Oleh: Mustika Rizki PulunganBersyukur!! Sekalipun banyak tantangan yang kita lalui. Bukan sekedar onak dan duri. Kalo diibaratkan ini perjalanan menuju jalur ”Gaza” kita telah melewati pemeriksaan ”pasukan israel”, diteruskan perjalanan ke ”afghanistan” kita berhati-hati bisa jadi kita terperangkap”ranjau darat”....jederrrrrrrrr”bubarlah kita”. Tapi ternyata, kita memutuskan untuk tetap bersama ”komitmen kita” berikhtiar dengan cara kita, berdoa dan bertawakkal dgn memasrahkan semua rencana, impian, cita-cita dan ”rasa” ini kepada Hakim Yang Maha Adil itu Yang Maha Indah Allah Azza Wa Jalla. Dan aku bersyukur Allah pertemukan aku dengan mu,
Ketika si Non nawarin buat memvaksinasi virus ”ilfeel” yang menginfeksi hati ku. Aku Cuma balas dengan gaya ogah-ogahan
”neng, ndak boleh kayak gitu, berilah kesempatan buat yang lain”
”malas ah,ntar kayak gitu lagi, capek”
”ndak semua orang seperti itu”
”ya..ya..ya”
”aku punya teman nih!”
”aku maunya sama orang batak aja”
”pas, ini orang batak, satu suku kalian”
”yo weissss,terserahmu lah non, lanjutkan saja, aku percaya sama mu”
”iya bener, insyaallah baik”
”ya..ya...”jawabku agak2 setengah hati
”ntar ku kasih no nya”
“iya....” ku iyakan saja kalo difikir-fikir ndak salah juga secara....awak makin tua..tapi tetap cantik dan mempesona...hehehe(narsis. Com...gubrakkkkkk)
Tak berapa lama Eng Ing Eng.........sms dari si Non diterima
”neng , namanya ini, alumni ini, InsyaAllah baik, no Hp nya blablalaabla....., info lebih lanjut tanya sendiri, ok! Semangat neng”
Ku balas..
”makasih ya non atas niat baiknya, tapi...sampai mati, trus tu menara ”Eiffel” pindah ke siantar ndak akan awak yang menghubunginya duluan, tapi begitupun...thanks berat atas niat baiknya”
Si non balas sms
”ya iyalah neng, jangan dirimu pula yang sms dia”
Yupssss...sepakat bin setuju kami prihal siapa yang sms duluan.
Niat ku saat itu, hanya untuk silaturahim, sama sekali ndak ngarep2 kali lah,Bukankah silaturahim membuka pintu rezeki (mana tau, karen silaturahim kali ini, rezeki awak bertmbah...bisa ke “wakatobi”....hehhehe, ditambahin kawan awak”jodoh juga loh,bonusnya tuh)...
Lagi enak-enaknya ngebahas kwitansi pendingan si mama yang buat kepala awak bertanduk telinga awak berasap, ada sms masuk. Sempat diacuhkan...karena no baru. Mana awak lagi berapi- api ngadepin “mafia metro and the genk”
No baru..08xxxxxxxxxxx(sekian sekian dan terima kasih, wssalam)…
”Assalamualaikum, Mustika Rizki?Pa kbr?”
Aihhh, lengkap kali orang ini menyebut nama awak ,kalah mamak& ketua RT awak, , kawan awak dimanalah ini?fikirku
”waalaikumsalam,iya, Alhamdulillah sehat”
Sms berlanjut. Ternyata eh ternyata orang ini adalah Mr XYZZZZZZ(aih...maaf yo)yang mau dikenalin si Non.Hmmmmm...asyikjuga,lumayanlah...benar sih non. ok!!mantap!!(minjam ”kata2 suci” si kakak,”pinjam inang ya nak” J
Singkat cerita (cerita lengkap, di Biografi saya yang akan terbit tahun sekian...)komunikasi lancar. Bertanya dalam hati dan dalam setiap sujud akhirku
”apa ini ya Rabb orangnya? Sambil berdoa”Ya Allah kupasrahkan semua pda Mu, kalo bukan ini ya Allah segera hapuskan ia dari pandangan mata dan fikirku, jangan lagi aku terjatuh pada lubang kekecewaan yang sama untuk kesekian kalinya, aku lah hamba mu yang Dhaif dan kerdil ini”
Beberapa hari di lalui, kita punya pandangan yang hampir seirama seprinip yang mengarah ke arah senada.
Hingga..., tersampaikan oleh mu niat baik mu atas ku. Terkejut!!kok bisa ya? Dengan niat baik pula ku terima niat baik itu. Kita berkomitmen..Allah lah tujuan kita, niat baik kita ini berujung ke Allah. Dan kita lagi-lagi seirama dan senada dengan hal ini. Niat kita baik dan kita berharap kebaikan itu bermuara pada dermaga yang baik. Kita pasrahkan smua pada Allah. Moga Allah berkenan mengijabah dan memberkahi niat, komitmen dan langkah kita. Appapun hasilnya kita berpasrah pada takdirnya. Yang kita tau, kita punya niat baik, kita punya komitmen yang baik, kita berjuang untuk itu, kita berdoa untuk itu dan berpasrah.
Ku tak janjikan apapun kelak ”takdir” itu milik kita, hanya satu yang ku pastikan
”InsyaAllah, tanganku ini takkan lelah menengadah dan mulut ini tak berhenti berdoa memohon pada Allah untuk kebahagiaan dan keselamatanmu amien”
(saksi senja yang merentas kedamaian dalam asa”kelak kita lewati senja itu bersama dalam rasa syukur atas karuni Nya”amien...)
Mantap!!!
BalasHapus