Bekas wudhu masih meninggalkan segar di dahiku, beberapa tetes sisanyapun masih terlihat jelas membasahi alis dan pingir-pinggir rambutku. Hembusan angin yang halus namun menyejukkan semakin menambah sensasi sejuk yang kurasakan di dahi menerobos terus, mendobrak pintu hati hingga berhamburan ke setiap labirin-labirin hatiku, membelai-belai setiap kegundahan, menertibkan gejolak ambisi yang menyala-nyala tak terkendali, memberikan kesegaran di fikiran yang lelah.
Semangat…!!! Kata sederhana namun penuh tenaga tersebut pernah menempati titik-titik kulminasinya di jiwaku. Ia pernah mendetakkan jantungku dengan ritme yang dapat mengundang tsunami di jiwaku, hingga tak segan-segan kulontarkan kata-kata “Inilah aku, Ahmad Fauzi Batubara, ‘Siantar Man’, anak mandailing kelahiran Siantar...!!!
Namun, sekarang semangat itu sedang pergi…!!! Kobarannya menghilang, menyisakan nyala api yang bahkan tak mampu membkar kertas kusam yang sangat tipis…!!!
Apakah Allah sedang marah padaku? Atau hanya sekedar mengujiku? Hanya Allahlah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tak penting tersebut. Yang kutahu, aku hanyalah hamba yang lemah, yang dikelilingi oleh dayang-dayang kesalahan.
Aku tidak akan menanyakan apa kesalahanku. Karena kusadari, setiap kesadaran menyapaku di pagi hari, kesalahan itu selalu mengelilingiku bagaikan kembang manis yang dikelilingi kumbang-kumbang yang siap menghisap sari…
Namun yang kutahu ya Allah, Engkau maha pengampun, Engkau maha pengasih, engkau maha penyayang. Satu hal yang kuyakini dengan mutlak, Engkau akan selalu mengasihi, menyayangi, serta mengampuni hamba-hambaMu yang kembali kepadaMu, berlindung dibalik kemahabesaranMu.
Jika ingin kutulis surat permohonanku kepadaMu ya Allah, aku tak tahu kemana akan kukirimkan, dan aku juga yakin, tak ada satu orangpun yang mampu menyempaikannya padaMu.
Kuyakini ya Allah… Engkau maha tahu, Engkau mengetahui setiap hal yang ada di setiap sudut hati hamba-hambaMu.
Lewat hati ini ya Allah, di teras Mesjid Al-Mukhlishin Tapian Dolok ini, kulayangkan permohonan kepadaMu.. "Kobarkan lagi api semangat di jiwa hamba ya Allah, Semangat yang memadamkan ketakutan terhadap apapun kecuali hanya padaMu, Semangat yang menjadikan Engkau menjadi satu-satunya cita-cita hidupku, semangat yang menumbuhkan kebijaksanaan, semangat yang membakar keraguan untuk meneriakkan 'INILAH AKU, AHMAD FAUZI BATUBARA, HAMBA ALLAH SWT, PENGIKUT RASULULLAH SAW, DAN AKU ADALAH SIANTAR MAN…!!! ANAK MANDAILING KELAHIRAN SIANTAR…!!!'"
Mesjid Al-Mukhlishin Tapian Dolok
April 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar